Narkoba baru itu bernama “Pornografi”

Alam Belajar Life

Pornografi merupakan Narkoba jenis baru

Pornografi adalah Narkoba

Percayalah bahwa Pornografi adalah suatu bencana yang hadir ditengah-tengah peradaban manusia. Dengan umur manusia dan peradaban yang sudah sedemikian maju, Pornografi masih muncul, bukan hanya karena memang manusia memiliki nafsu hewani, namun dengan teknologi yang semakin maju, Pornografi yang dulu dirasa tabu dan memalukan bila ter-ekspose, bahayanya kini malah menjadi mudah untuk di dapatkan dan dianggap wajar.

Sadar ataupun tidak, tiap sudut yang kita jumpai entah tersurat maupun tersirat, selalu muncul hal-hal yang berbau pornografi, dari yang lebih halus (seperti ucapan) sampai ke perilaku yang menjurus ke pornografi. Ada suatu target yang memang sedang dicapai oleh para pelaku penyebar konten pornografi tersebut. Tentunya “misi setan” selain membawa sebanyak-banyak nya pengikut mereka ke Neraka, ada hal penting yang mereka sasar…. Yup! mereka adalah anak-anak yang beranjak dewasa! Yaitu mereka yang berada dalam rentang umur 10 – 17 tahun. Masa dimana ketidakstabilan hormon terjadi pada rata-rata manusia di umur tersebut. Tujuannya adalah menghancurkan masa depan mereka.

Tahukah kalian, jika seseorang kecanduan Narkoba, apakah yang terjadi terhadap otaknya? Otaknya menyusut, hilangnya kreatifitas, dan efek jangka panjangnya adalah ketagihan. Sama seperti pengaruh Pornografi, bahkan pengaruh pornografi bisa lebih berbahaya karena yang diserang langsung adalah otak, bagian paling vital dari manusia.

Efek pada otak karena Pornografi lebih parah dari Narkoba yang sebenarnya

Ada 4 Hormon yang secara bersamaan aktif ketika seseorang mengkonsumsi konten Pornografi. Adalah Dopamin, Serotonin, Oksitosin, dan Neuropiniprin. Dopamin memberikan sensasi puas, lega dan senang dan bahagia namun implikasinya dopamin terus meningkat dosisnya sesuai dengan kebutuhan tubuh, semakin sering melihat konten pornografi, konsumen akan terus meminta lebih, dan lebih sehingga dosis dopamin yang diperlukan tubuh semakin banyak. Serotonin memberikan perasaan nyaman dan rileks, tentram, sejenak otak memberikan istirahat setelah bekerja berat. Oksitosin memberikan rasa keterikatan dan mencintai, jika seseorang melihat konten pornografi secara tak sadar otak mereka dibanjiri terus menerus oleh hormon oksitosin, sehingga menjadi terikat, andai tidak bertemu dengan konten pornografi mereka akan mencarinya. Terakhir yaitu Neuropiniprin ini yang agak bahaya jika aktif karena konten pornografi, kenapa ? karena dengan aktifnya hormon ini saat otak sudah kecanduan otak akan terus mencari celah dan mencari celah untuk memikirkan hal yang aneh-aneh, contohnya ketika melihat seorang wanita menyeberang dengan pakaian agak “kurang bahan” otaknya akan memikirkan “wah gimana ya rasanya jika …… dengan dia” dan lain hal. Bahayanya bisa saja memicu tindakan kriminal.

Menurunnya daya ingat dan konsentrasi

Lalu apa saja yang terjadi akibat hormon yang aktif secara bersamaan tersebut ? Otak akan di stimulus secara terus menerus oleh keempat hormon tadi, Konsetrasi bisa hilang, Pikiran menjadi kosong, mudah lupa dan susah fokus

Hilangnya Fokus Karena Pornografi

Berikut ini 10 Efek yang bisa terjadi akibat konten Pornografi

Efek Pornografi :

  1. Perasaan bersalah
  2. Membunuh Kreatifitas
  3. Dapat membuat volume otak menyusut
  4. Mengurangi fokus dan daya ingat
  5. Menimbulkan perilaku menyimpang seksual
  6. Membuat kecanduan dan penderitanya selalu butuh lebih dari yang “biasa”nya
  7. Dapat memicu tindakan kekerasan dan kriminal
  8. Dapat menghilangkan / menyembunyikan definisi dari cinta yang sebenarnya
  9. Rusaknya moral dan etika remaja
  10. Menurunnya kepercayaan diri

Jadi, masih mau atau cukupkan saja ? Etika, Adab, dan Agama dapat membantu mereka yang sudah kecanduan untuk bisa kembali kejalan yang sesuai fitrah. Mari Isi waktu dengan hal yang positif, berkumpul dengan orang-orang yang produktif

Sumber http://fightthenewdrug.org/get-the-facts/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *