Wasabi Nggak Enak!!

Alam Food Uncategorized Wasabi



Sore ini seperti biasa suasana kantor adem ayem. Tiba-tiba temennya teman kantor saya bawa oleh2 dari Jepang. Nah kali ini kacang Jepang. Asiikk….pada rebutan seperti biasa. Kira-kira penampakannya seperti ini disamping ini nih….
Langsung aja tanpa babibu masukin deh tuh kacang ke mulut..Lepp…kriuk kriuk.. tiba-tiba lidah berasa kayak disemutin, rasa pahit yang aneh bercampur ama rasa sedikit pedas yang gak jelas arahnya kemana..Huek…Makanan astronot nih… Buru buru saya muntahkan deh. Ternyata begitu di teliti lagi tulisannya. terpampang jelas ada tulisan WASABI.
Gubrak, nyesel deh, yang beginian kok bisa masuk mulut yah…. Tapi
jadi penasaran. Wasabi itu apa sih? Terbuat dari apa sih? Penasaran? Yuk kita selidiki

Menurut mbah WIKI, kira2 seperti ini :

Wasabi (わさび atau 山葵?)(Wasabia japonica, sinonim: Eutrema japonica, bahasa Inggris: Japanese Horseradish) adalah tanaman asli Jepang dari suku kubis-kubisan (Brassicaceae). Parutan rimpang (rizoma) yang juga disebut wasabi, dimakan sebagai penyedap masakan Jepang, seperti sashimi, sushi, soba, dan ochazuke. Daun, tangkai, dan rizoma memiliki aroma harum, sekaligus rasa tajam menyengat hingga ke hidung seperti mustar, tapi bukan pedas di lidah seperti cabai.
Unsur kimia yang menjadikan wasabi memiliki rasa menyengat (pedas) adalah isotiosianat (6-methylthiohexyl isothiocyanate, 7-methylthioheptyl isothiocyanate, dan 8-methylthiooctyl isothiocyanate).[1]. Senyawa ini bersifat antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga irisan ikan segar selalu dimakan bersama wasabi.

intinya Wasabi dibuat dari tumbuhan dengan nama yang sama (red = tumbuhan wasabi), yang termasuk dalam jenis tumbuhan kubis-kubisan (cabbage family atau Brassicaceae). Uniknya, yang kemudian diolah menjadi pasta bukan daunnya tetapi malah akar rimpang/ rizoma-nya. Karena pembudidayaannya yang cukup sulit (hanya hidup di aliran air yang bersih dan sejuk bersuhu 10-17℃) dan hanya bisa dipanen dalam waktu 3- 4 tahun.
Bentuk tumbuhannya sendiri seperti ini loh.

Walaupun cukup menyengat, aroma wasabi sendiri cepat hilang di udara karena itu biasanya wasabi dihidangkan seperlunya saja. Mitos yang berkembang di Jepang, agar aroma wasabi tidak hilang dan rasanya lebih enak maka akar rizoma sebaiknya diparut dengan parutan tradisional yang terbuat dari ikan hiu. Senyawa menyengat dalam wasabi ini ternyata mempunyai kandungan antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga sangat cocok digunakan sebagai teman makan irisan ikan segar dalam sushi.

Berdasarkan tempat penanaman, wasabi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis, wasabi air (sawa wasabi) yang ditanam di anak sungai (bahasa Jepang: sawa),dan wasabi ladang (hatake wasabi) yang ditanam di ladang. Wasabi ladang bisa dipanen setelah berumur 18 bulan. Daun, tangkai, dan rizoma wasabi ladang dicampur dengan ampas beras hasil perasan sake. Hasilnya makanan olahan yang disebut wasabizuke untuk teman makan nasi, rasanya asin, manis, dan pedas menyengat. Wasabi air ditanam untuk diambil bagian rizoma yang dimakan mentah setelah diparut. Budidaya kecil-kecilan wasabi di saluran air dan anak sungai sering dijumpai dikawasan pegunungan di Jepang. Wasabi air perlu air yang bersih dan sejuk di tanah berpasir yang kaya hara. Dalam kondisi penanaman yang ideal, pupuk seperti pupuk kandang
tidak diperlukan karena air menjadi kotor.

Karena rizoma yang harganya mahal dan metode pengawetan yang sulit inilah akhirnya berkembanglah wasabi imitasi yang disebut dengan western wasabi. Wasabi imitasi ini hanya mengandung kurang dari 50% akar rizoma asli yang dicampur dengan bahan pengganti semacam lobak yang disebut horseradish dan ditambah dengan bermacam-macam campuran termasuk juga bahan pewarna makanan. Dan tentunya bisa ditebak, wasabi tiruan inilah yang ternyata biasanya dihidangkan di restoran sushi yang biasa kita konsumsi.

Sumber :
Gimana?
Nambah wawasan kan?
semoga bermanfaat. Sekian dulu deh posting hari ini. C u next post ya
Tetap Semangat!

1 thought on “Wasabi Nggak Enak!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *